​Etika Membuang Air

Oleh Avid Santiko Adji

“Allah tidak membebani seorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya..” (Al-Baqarah: 286)

“…Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu..” (Al-Baqarah: 185)

Kedua ayat di atas merupakan panduan bagi umat Islam dalam menyikapi sunnah.

Berikut ini merupakan tata cara dan etika seseorang yang akan buang air (besar dan kecil)

  1. Tidak diperkenankan untuk membawa sesuatu bertuliskan asma Allah SWT.
  2. Menjauhi orang-orang. Apalagi ketika buang air besar. Hal itu agar suara yang dihasilkan tidak terdengar atau bau yang ada tidak tercium. Jabir r.a. menceritakan, “Suatu ketika kamu keluar bersama Rasulullah SAW dalam sebuah perjalanan. Setiap kali beliau ingin buang air besar, beliau senantiasa menjauh hingga tidak terlihat oleh siapapun (HR Ibnu Majah).
  3. Membaca basmalah dengan suara nyaring dan meminta pertolongan kepada Allah ketika akan memasuki kamar kecil. Begitu juga, ketika akan menanggalkan pakaian. Anas r.a. berkata, “Setiap kali Rasulullah saw. akan memasuki kamar kecil, beliau selalu berkata, ‘Bismillah, Allahumma inni a’uudzubika minal khubutsi wal khobaits’ ‘Dengan menyebut asma Allah, Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari segala godaan setan, laki-laki dan perempuan. ” (HR. Bukhari).
  4. Tidak berbicara sama sekali, tidak boleh menjawab salam atau menjawab azan.
  5. Menghormati kiblat; tidak menghadap atau membelakanginya. 
  6. Tidak buang air kecil di lubang agar tidak ada makhluk Allah yang merasa disakiti.
  7. Tidak buang air di tempat teduh, jalan atau tempat orang-orang berkumpul.
  8. Tidak bersuci dengan tangan kanan karena untuk menjaga tangan itu dari kotoran.
  9. Membilas kemaluan dan celana dengan air setelah buang air kecil untuk menghilangkan rasa waswas.
  10. Mendahulukan kaki kiri ketika memasuki kamar kecil, dan mendahulukan kaki kanan ketika akan kelar dari kamar kecil dan berdoa. “Gufranaka” (aku memohon ampun-Mu).
  11. Saat di dalam gunakan sendal karena lantai kamar mandi selalu basah dan mudah terkena najis.

Materi halaqah Shubuh asrama putra Beastudi Etos ini diambil dari buku ‘Fiqih Sunnah’ karya Sayyid Sabiq.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s